Hukum Aqiqah Dalam Islam dan Dalilnya Menurut Sahabat dan Para Ulama Besar

Hukum Aqiqah Dalam Islam – Aqiqah atau akikah adalah acara syukuran dengan penyembelih kambing sebagai bentuk syukur bagi bayi yang telah lahir. Untuk kebutuhan jumlah kambing yang di sembelih antara anak perempuan dan laki-laki juga beda yaitu, 1 kambing bagi anak perempuan dan 2 kambing bagi anak laki-laki.

Setelah ini, kita juga akan membahas sepenuhnya hukum-hukum aqiqah, dalil dan beberapa poin penting tentang hukum aqiqah dalam Islam lain.

Tempat Pesan Aqiqah Surabaya, di Aqiqah Syafaat Surabaya.

Hukum Aqiqah Dalam Islam Menurut Para Ulama

hukum aqiqah dalam islam
caragigih.id

Ada beberapa pendapat tentang hukum aqiqah dari beberapa ulama seperti sunnah mu’akkad, wajib, serta sunnah, berikut dibawah ini penjelasannya.

Ada yang Bilang Wajib dan Sunnah

Jumhur Ulama banyak berpendapat jika hukum aqiqah dalam islam ialah sunnah dan sebagian berpendapat wajib dengan alasan, langsung bertemunya dengan sembelih adalah poin penting. Selama orangtua tesebut mampu mengaqiqahkan anaknya, maka baiknya disegera laksanakan aqiqah pada hari ke-7.

Dalam Hadits Shohih

Hukum aqiqah dalam Islam menurut pendapat terkuat ialah sunnah muakkadah yang berdasarkan hadits pendapat jumhur ulama, aqiqah adalah penebus yang artinya aqiqah menjadi tanda lepasnya kekangan jin yang bersama bayi sewaktu lahir, terang pendapat dari para ulama memberikan penjelasan.

Aqiqah Sunnah Ditunaikan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Sa Sallam bersabda. “Semua bayi tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ke-7 disembelihnya hewan (kambing), dengan diberi nama, bersama dicukurkan rambutnya.” [Shahih, HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lainnya].

Semua umat muslim tentu sudah tau dengan aqiqah dan tidak asing dengan amalan yang adalah butiran sunnah yang dalam islam sudah menjadi turutan syukur bagi seluruh umat muslim manapun, sehingga sunnah nantinya tidak hilang karena waktu memakanya.

Hukum Aqiqah Diwajibkan

hukum aqiqah dalam islam
caragigih.id

Ada sebagian yang mewajibkan amalan aqiqah sebab menyambut kehadiran adalah hal yang penting khususnya bagi yang mampu dalam finansialnya maka diutamakan melaksanakan aqiqah.

Hukum Aqiqah Dengan Dalil Al-Qur’an

Berikut dalil Al-Qur’an yang terkait dengan hukum Aqiqah dalam islam:

Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy

Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy berkata Rasulullah bersabda, “Aqiqah dilakukan sebab kelahiran bayi, maka lakukan sembelihlah hewan juga hilangkanlah semua gangguan dirinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472).

Samurah bin Jundab

Samurah bin Jundab berkata Rasulullah bersabda, “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqah yang ada pada hari ke-7 di sembelihkan hewan (kambing), diberi nama, dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat, Tirmidzi 1552, Abu Dawud 2838, Nasa’I 7/166, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, Ibnu Majah 3165].

Aisyah

Aisyah berkata jika Rasulullah bersabda, “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].

Ibnu Abbas

Ibnu Abbas berkata Rasulullah bersabda, “Menaqiqahi Hasan, Husain dengan masing-masing satu kambing.” [HR Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Abu Dawud (2841) Thabrani (11/316) sanad shahih.

Amr bin Syu’aib

Amr bin Syu’aib dari ayahnya, lalu kakeknya berkata Rasulullah bersabda, “Barangsiapa diantara kalian ingin menyembelih (kambing) sebab kelahiran bayi maka hendaklah lakukan bagi laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”

[Sanadnya Hasan,  Nasa’I (7/162-163), Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), lalu shahihkan al-Hakim (4/238)].

Fatimah binti Muhammad

Fatimah binti Muhammad berkata saat melahirkan Hasan Rasulullah bersabda, “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.

[Sanadnya Hasan, Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) Hadits Riwayat Ahmad (6/390), dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil].\

Dalil Aqiqah

hukum aqiqah dalam islam
caragigih.id

Berikut beberapa hukum dalil yang diikuti tuntunan dalam melakukan aqiqah:

Aqiqah Syariat Islam

Aqiqah adalah satu yang syariat dalam agama Islam dan beberapa dalil mengatakan, hadits Rasulullah saw yang berkata “setiap anak tergadai dengan aqiqahnya”.

Jumlah Hewan Sembelihan dalam Aqiqah

Hadits lain mengatakan, “Anak laki-laki (Aqiqah-nya dengan 2 kambing) lalu anak perempuan (Aqiqah-nya) cukup 1 ekor kambing”.

Hukum Aqiqah Sunnah Menurut Imam Besar

Status hukum aqiqah dalam islam ialah sunnah, hal ini sesuai pandangan banyak ulama seperti,: Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad dengan dasar dalil diatas.

Para ulama tidak mengatakan wajib dengan membuat penyataan jika seandainya aqiqah adalah wajib, maka kewajiban ini menjadi hal yang sudah diketahui oleh agama dan Rasulullah juga pastinya sudah memberikan keterangan tentang kewajiban itu.

Ada ulama lain seperti Imam Laits serta Imam Al-Bashri yang mengucap pendapat hukum dari aqiqah ini merupakan wajib, dari berdasarkan 1 hadits yakni “Kullu ghulamin murtahanun bi ‘aqiqatihi’” yang berarti setiap anak tergadai dengan aqiqah.

Tidak Mematahkan Tulang Sembelihan

Dalam menyembelih, hal yang harus diperhatikan yaitu tidak mematahkan tulang kambing sembelihan, ada hikmah yang terkandung ialah tafa’ul atau berharap untuk selamatan tubuh dan anggota badan lain anak.

Hewan Sembelihan Tidak Boleh Cacat

Aqiqah sah jika sudah memenuhi syarat dari hewan qurban yaitu:  tidak cacat dan sudah masuk ke usia yang disyaratkan Islam. Aqiqah dengan menyembelihkan di hari ke-7 dari awal kelahiran bayi, dimaksudkan rasa bersyukur pada Allah.

Tapi sapi atau unta juga bisa dengan syarat 1 sapi atau 1 unta bagi 1 orang anak cukup, namun beberapa ulama berpendapat, aqiqah akan diperbolehkan hanya dengan kambing saja karena sesuai dalil Rasulullah SAW.

Arti Aqiqah Berarti Tali Belenggu Anak

Aqiqah mengartikan bebasnya anak dari belenggu yang jadi penghalang dalam memberikan syafaat anak pada orangtua, pun aqiqah menjalankan syair dalam Islam.

Ketika menyembelih diniatkan melakukan aqiqah dengan menyebut nama anak serta nama bapak, juga disini bumbu untuk memasak haruslah manis agar supaya akhlaknya manis pula dan itulah kesukaan dari Rasulullah manis serta madu.

Bercukur Rambut Setelah Aqiqah

Rambut dicukur dilakukan setelah aqiqah dilakukan seperti pada ziarah dimana tahallul diimplementasikan setelah qurban. Rambut yang dipotong dikumpulkan ditimbang dan bobotnya akan dikonversi dengan berat emas atau perak.

Allah memberi utusan perintah kepada Sayyidah Fatima agar menimbang rambut Sayyidina Hussein dan juga bershadaqah perak emas dengan berat sama dengan berat rambut, serta hadiah khusus paha atau kaki kambing kepada wali bidan yang membantu kelahiran.

Melanjutkan Tahnik

Setelah memotong rambut, dilanjutkan memasukkan manis-manis ke mulut bayi. Sahabat dalam kebiasaan jika bayi baru lahir akan dibawa langsung kepada Rasulullah.

Dia kemudian mengambil kurma dan mengunyahnya sampai halus dan mengambil sedikit dari mulutnya lalu memberikannya ke mulut bayi, dengan menyentuh langit-langit rongga bayi sehingga bisa langsung di hisap.

Ada dua hal yang terkandung dalam kasus ini yaitu karbohidrat atau glukosa merupakan sumber kekuatan dari fisik dan ludah Nabi yang akan memberi berkah. Sunnah tersebut kemudian diteruskan oleh umat Islam yaitu dengan mengahnikkan bayi kepada ulama.

Ucapan Selamat dalam Acara Aqiqah

Dengan mengucapkan selamat pada acara aqiqah hadiran sosok baru dalam keluarga akan menghasilkan kesan mendalam dan mendalam bagi keluarga yang bersangkutan, dalam Islam yaitu.

Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakartal wahiba wabalagha asyaddahu waruziqat birrahu, yang memiliki arti:
“Mudah2an Allah melimpahkan berkah, dan Anda makin mensyukuri Dzat Pemberinya. Semoga si anak ini mencapai kedewasaannya dan engkau dikaruniai baktinya”.

“Barakallahu laka wabaraka alaika “atau” ajzalallahu tsawabaka”
Artinya: “Semoga kalian juga diberkahi Allah. atau Semoga Allah memberimu balasan pahala yang besar”.

Nama Nama Nabi dan Rasul

Aqiqah merupakan ungkapan pendekatan diri kepada Allah dan bentuk ungkap syukur dari anugerah yang sudah Allah beri dari kelahiran seorang anak.

Demikian hukum Aqiqah menjadi cara menunjukkan perasaan gembira dalam mengerjakan syariat Islam dalam menambah keturunan umat Rasulullah, agar bisa di perbanyak sampai datang waktu kiamat. Semoga penjelasan hukum Aqiqah dalam islam ini bisa bermanfaat.

Post navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *